Cara Membedakan Pasir yang Bagus dan Buruk untuk Bangunan
24 Nov 2025 • tips
Pasir adalah salah satu material paling penting dalam pembangunan rumah — digunakan untuk campuran beton, plester, acian, hingga pemasangan batu bata. Namun kenyataannya, tidak semua pasir memiliki kualitas yang baik.
Banyak pemilik rumah dan bahkan tukang bangunan sering tertipu oleh pasir murah yang ternyata berlumpur, bercampur tanah, atau butiran tidak sesuai standar.
Akibatnya?
-
Dinding mudah retak
-
Plester cepat mengelupas
-
Campuran beton tidak kuat
-
Penggunaan semen menjadi lebih boros
Untuk menghindari kerugian, berikut cara membedakan pasir yang bagus dan pasir yang buruk sebelum Anda membelinya.
1. Perhatikan Warna Pasir
Pasir yang Bagus:
-
Warna keabu-abuan
-
Tampak bersih
-
Tidak terlalu coklat atau kekuningan
Pasir yang Buruk:
-
Warna coklat (biasanya banyak tanah)
-
Kekuningan (sering mengandung lumpur)
-
Terlihat sangat gelap (banyak material organik)
Warna adalah indikator mudah menilai kadar kotoran pada pasir.
2. Lakukan Tes Kepalan Tangan (Hand Test)
Ambil segenggam pasir, kepal hingga padat, lalu lepaskan.
Hasil pasir bagus:
-
Tidak menggumpal
-
Langsung pecah
-
Tidak lengket di tangan
Hasil pasir buruk:
-
Menggumpal seperti tanah
-
Butiran saling menempel
-
Tangan terasa berlumpur
Pasir berkualitas tinggi tidak mengandung tanah atau lumpur.
3. Amati Ukuran Butiran Pasir
Pasir berkualitas:
-
Ukurannya seragam
-
Tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar
-
Tidak bercampur kerikil besar
Pasir buruk:
-
Ukurannya berbeda-beda
-
Banyak kerikil besar
-
Banyak butiran halus seperti debu
Butiran pasir yang seragam akan membuat campuran beton lebih kuat.
4. Cek Kandungan Lumpur di Dalam Pasir
Pasir yang bagus memiliki kadar lumpur < 5%.
Cara mudah mengeceknya:
Tes Botol:
-
Masukkan pasir ke botol bening.
-
Tambah air dan kocok.
-
Diamkan 1–2 menit.
Jika air berubah sangat keruh dan terlihat lapisan coklat tebal di atas pasir ? pasir buruk.
Jika air hanya sedikit keruh dan endapan pasir tampak bersih ? pasir bagus.
5. Rasakan Tekstur Pasir dengan Tangan
-
Pasir malang/pasir sungai: kasar, padat ? cocok untuk beton
-
Pasir pasir muntilan/pasir halus: lembut ? cocok untuk plesteran & acian
-
Pasir laut: lengket & asin ? kurang baik, harus dicuci dulu
Pasir laut mengandung garam yang dapat mempercepat korosi (karat) pada besi.
6. Bau Pasir Juga Bisa Jadi Indikator
Pasir bagus:
-
Tidak berbau
Pasir buruk:
-
Bau tanah
-
Bau lumpur
-
Bau organik (bahan-bahan pembusukan)
Bau menunjukkan adanya kandungan organik atau tanah yang banyak.
7. Cek Kering atau Basahnya Pasir
Pasir yang bagus biasanya dalam kondisi kering atau setengah kering.
Pasir buruk sering:
-
Sangat basah
-
Berlumpur
-
Disiram air agar terlihat berat (tipu-tipu penjual)
Penjual nakal sering membasahi pasir supaya berat bertambah, sehingga pembeli dapat lebih sedikit material.
8. Kenali Jenis-Jenis Pasir Terbaik untuk Bangunan
a. Pasir Cilegon / Pasir Rangkas
-
Warna kehitaman
-
Sangat bagus untuk beton
b. Pasir Cuci
-
Sudah dicuci, minim lumpur
-
Cocok untuk plester & acian
c. Pasir Sungai (pasir kali)
-
Butiran keras
-
Bagus untuk bangunan bertingkat
d. Pasir Gunung
-
Lebih tajam, cocok untuk pasangan bata
9. Jangan Tergiur Harga Murah
Pasir murah biasanya:
-
Banyak tanah
-
Banyak lumpur
-
Cepat habis saat dipakai
-
Boros semen
Lebih baik bayar sedikit lebih mahal tetapi kualitas terjamin daripada menanggung kerusakan bangunan di kemudian hari.
Kesimpulan
Untuk mendapatkan bangunan yang kuat, pilihlah pasir dengan ciri-ciri berikut:
-
Warna keabu-abuan dan bersih
-
Tidak menggumpal saat ditekan
-
Butiran seragam
-
Minim kandungan lumpur
-
Tidak mengandung garam
-
Tekstur sesuai kebutuhan (beton/plester)
Dengan mengenali perbedaan pasir yang bagus dan buruk, Anda bisa menghemat biaya, meningkatkan kualitas bangunan, dan mencegah kerusakan jangka panjang.