Kontraktor Borongan vs Harian: Mana Lebih Hemat ? (Panduan 2025)
26 Nov 2025 • tips
Saat ingin membangun atau merenovasi rumah, kamu akan bertemu dua pilihan sistem kerja tukang:
-
Borongan
-
Harian
Banyak orang bingung memilih mana yang lebih hemat, lebih cepat, dan lebih aman.
Agar tidak salah, berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Sistem Borongan?
Sistem borongan berarti biaya pekerjaan sudah disepakati di awal, bisa per meter atau per item pekerjaan.
Contoh:
-
Borongan bangunan: Rp 3.000.000 – 4.500.000 / m²
-
Borongan per item: pasang keramik, cor dak, cat tembok, dll.
Kelebihan Borongan
- Harga jelas dari awal
- Waktu pengerjaan lebih cepat
- Pekerja lebih disiplin karena dikejar deadline
- Cocok untuk proyek besar (bangun rumah, renovasi total)
- Kamu tidak perlu mengatur tukang satu per satu
Kekurangan Borongan
- Butuh gambar kerja lengkap
- Jika gambar tidak jelas, biaya tambahan bisa muncul
- Kualitas harus diawasi (beberapa kontraktor mengejar kecepatan)
Apa Itu Sistem Harian?
Sistem harian berarti kamu membayar tukang per hari bekerja.
Contoh:
-
Tukang: Rp 150.000 – 250.000 / hari
-
Kenek: Rp 100.000 – 150.000 / hari
Kelebihan Harian
? Cocok untuk pekerjaan kecil
? Fleksibel (bisa stop kapan saja)
? Bisa kamu kontrol langsung
? Murah di awal—tapi belum tentu murah total
Kekurangan Harian
- Pekerjaan bisa jadi lebih lama
- Sulit memperkirakan total biaya
- Harus mengawasi ketat
- Jika cuaca jelek atau pekerja absen, waktu molor
- Tidak cocok untuk proyek besar
Borongan vs Harian: Mana Lebih Hemat?
Perbandingan singkat:
| Aspek | Borongan | Harian |
|---|---|---|
| Kecepatan | Cepat (ada target) | Cenderung lambat |
| Biaya total | Lebih hemat untuk proyek besar | Murah di awal, tapi sering membengkak |
| Pengawasan | Sedang | Sangat intens |
| Resiko molor | Kecil | Tinggi |
| Cocok untuk | Proyek menengah–besar | Pekerjaan kecil |
Hasilnya:
BORONGAN lebih hemat untuk proyek menengah–besar (renovasi total, bangun rumah, tambah lantai).
HARIAN cocok untuk pekerjaan kecil (perbaikan kamar mandi, cat ulang satu ruangan, ganti keramik kecil).
Contoh Kasus Perbandingan Biaya
1. Pemasangan keramik 50 m²
Harian
-
2 tukang @ Rp 180k ? Rp 360k/hari
-
Waktu pengerjaan 7 hari ? Rp 2.520.000
-
Belum termasuk risiko molor
Borongan
-
Borongan pasang keramik Rp 80.000/m²
-
Total = 50 × 80.000 = Rp 4.000.000
Untuk pekerjaan ini, harian lebih murah, asalkan pekerjaan benar-benar selesai 7 hari.
2. Renovasi dapur total
Harian
Sulit diprediksi. Bisa 1–2 bulan.
Total biaya bisa lebih besar.
Borongan
Pekerjaan jelas, waktu jelas, biaya jelas.
Biasanya lebih hemat 10–20% dibanding harian.
Untuk pekerjaan besar ? borongan lebih hemat.
Kapan Memilih Borongan?
Pilih borongan jika:
- Renovasi total
- Tambah lantai
- Bangun rumah baru
- Waktu terbatas
- Tidak punya waktu mengawasi detail setiap hari
Kapan Memilih Harian?
- Pilih harian jika:
- Pekerjaan sangat kecil
- Pekerjaan hanya 1–3 hari
- Kamu paham pembangunan dan bisa awasi langsung
- Tidak ada gambar kerja lengkap
Kesimpulan
Borongan lebih hemat & lebih aman untuk sebagian besar proyek.
Sementara itu, sistem harian cocok hanya untuk pekerjaan kecil.
Jika kamu masih bingung memilih, kamu bisa konsultasi gratis dulu dengan kontraktor atau arsitek agar tahu estimasi waktu dan biaya yang paling pas.