Tak Perlu Modal Besar, Begini Cara Investasi Properti yang Menguntungkan
04 Feb 2026 • tips
Tips Investasi Properti: Mulai dari Modal Kecil, Asal Dikelola dengan Tepat
Investasi properti kerap dianggap hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Properti justru bisa menjadi instrumen investasi jangka panjang yang dimulai dari langkah sederhana, asalkan dikelola dengan strategi yang tepat dan konsisten.
Hal ini disampaikan oleh figur publik sekaligus pelaku bisnis properti, Tya Ariestya, dalam sebuah talkshow yang digelar di Student Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Dalam kesempatan tersebut, Tya membagikan pengalaman pribadinya membangun aset properti dari nol.
Ia menceritakan perjalanan finansialnya sejak masih menjadi anak kos, menghadapi berbagai keputusan keuangan yang kurang tepat, hingga akhirnya memahami pentingnya membangun aset produktif. Pengalaman tersebut membentuk sudut pandangnya bahwa properti bukan sekadar kepemilikan, melainkan alat untuk menciptakan arus kas yang berkelanjutan.
“Banyak orang berpikir investasi properti harus dimulai dengan dana besar. Padahal, generasi muda bisa memulainya dari skala kecil seperti kos-kosan, selama memiliki mindset membangun aset dan fokus pada cashflow. Bukan hanya soal memiliki properti, tapi bagaimana properti tersebut dikelola agar benar-benar menghasilkan,” ungkap Tya.
Tren Pengelolaan Properti Modern
Dalam diskusi tersebut, juga dibahas perubahan perilaku pasar serta standar baru di industri properti. Salah satu model yang dinilai semakin relevan adalah pengelolaan hybrid, yakni kombinasi sewa harian dan bulanan. Model ini dianggap mampu mengoptimalkan potensi pendapatan, baik untuk segmen kos, guest house, maupun hotel budget.
Peserta talkshow diajak memahami bahwa peningkatan performa properti tidak selalu harus dilakukan melalui renovasi besar. Pemanfaatan manajemen modern dan teknologi digital justru menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
Digitalisasi dinilai berperan penting dalam operasional properti, mulai dari penyesuaian harga yang lebih fleksibel, laporan keuangan real-time, hingga pengelolaan tamu yang lebih terstruktur dan profesional.
Optimalisasi Kos, Kostel, dan Hotel Budget
Dalam kesempatan yang sama, Behomy turut memaparkan contoh penerapan pengelolaan properti berbasis digital melalui portofolio kos, kostel, dan hotel budget yang mereka kelola. Pendekatan ini diklaim mampu membantu pemilik properti mengurangi beban operasional sehari-hari.
“Kami ingin menunjukkan bahwa edukasi investasi properti bisa dimulai sejak mahasiswa. Dengan dukungan teknologi dan sistem hybrid harian serta bulanan, pemilik aset dapat mengoptimalkan propertinya tanpa harus terlibat langsung dalam operasional harian,” ujar Joshua Vidi, Co-Founder Behomy sekaligus Entrepreneur Property Ecosystem.
Behomy menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi properti di kalangan generasi muda melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan dan figur publik, sekaligus memperkenalkan sistem pengelolaan properti yang lebih modern, efisien, dan terukur.
Akses Rumah Subsidi dan Wacana Penghapusan SLIK OJK
Di sisi lain, isu kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga menjadi perhatian pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan kesiapan untuk mengusulkan solusi atas kendala Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK (SLIK OJK) yang selama ini dinilai menghambat MBR dalam mengakses rumah subsidi.
Menurutnya, banyak masyarakat gagal memperoleh pembiayaan rumah bersubsidi akibat riwayat kredit lama, keterlambatan cicilan, hingga catatan kredit macet di masa lalu.
“Kalau itu kewenangan saya, mungkin sudah saya hapus. Karena SLIK sering kali menjadi penghalang MBR untuk memiliki rumah subsidi,” ujar Maruarar usai rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian.
Ia juga menyoroti peningkatan signifikan anggaran sektor perumahan, termasuk lonjakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari 45.000 unit menjadi 400.000 unit pada tahun mendatang.
Selain itu, kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) turut ditingkatkan menjadi 350.000 unit. Hingga akhir November 2025, realisasi KPR Sejahtera FLPP telah menembus lebih dari 220.000 unit dengan nilai penyaluran mencapai Rp27,72 triliun.
Maruarar menambahkan bahwa keluhan terkait SLIK OJK banyak ditemui di berbagai daerah, mulai dari Bali, Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. Ia berharap evaluasi kebijakan ini dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi MBR, sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang terus didorong pemerintah.